|
Banjarnegara. beberapa daerah di banjarnegara diterjang angin kencang selama bebeberapa menit, ini menyebabkan 1 korban tewas tertimpa pohon di daerah Kawasan Proyek PLTA Mrica Banjarnegara, beberapa rumah tertimpa pohon tumbang. dan listrik mati total
hingga kini masih ada beberapa desa yang masih padam listriknya.
sore itu 17.00 warga memilih untuk tetap tinggal dirumah, tetapi ada juga mereka yang mencari kayu kering, dan durian yang jatuh akibat tersapu oleh angin.
dari kompas di laporkan
BANJARNEGARA, KOMPAS.com - Angin puting beliung dilaporkan menerjang Desa Merden, Kecamatan Purwonegoro, Banjarnegara, Minggu (17/1/2010) sekitar pukul 17.00. Meski berlangsung singkat hanya sekitar lima menit, banyak pohon yang roboh dan atap rumah yang porak-poranda.
Salah satu warga mengatakan, angin tersebut datang menyertai hujan deras. Saking kencangnya angin tersebut, sebagian warga memilih keluar dari rumah dan berbasah-basahan diguyur hujan.
"Wuwungan (atap) di rumah-rumah yang pakai seng pada beterbangan," ujar Mubayyinah kepada Kompas.com melalui telepon. Selain itu, lanjutnya, akibat angin tersebut banyak pula pohon besar yang bertumbangan.
Bahkan ada sejumlah rumah warga yang rusak karena tertimpa pohon. Namun, sampai saat ini belum dilaporkan berapa rumah yang rusak. Peristiwa angin puting beliung ini merupakan yang pertama kali terjadi di daerah tersebut sejak memasuki musim hujan.
dari Seputar indonesia
Di Banjarnegara satu orang tewas bernama Eko Yoga Saputra, 19,warga Desa Tanjunganom,Kecamatan Rakit.Korban tewas juga akibat tertimpa pohon besar seusai mengantarkan ayahnya, Eko Waluyo, 45,yang akan pergi ke Jakarta melalui terminal bus PLTA Mrica.
“Angin kencang menyebabkan pohon angsana roboh dan menimpa pengguna jalan. Saat warga memberi pertolongan,korban sudah meninggal. Kejadiannya hanya 100 meter dari terminal,” tandas Ibnu, seorang saksi mata. Kepala Bagian (Kabag) Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah (Setda) Banjarnegara Dwi Suryanto mengaku, angin puting beliung telah merusak puluhan rumah di sembilankecamatan.“Duarumahdi antaranya roboh,33 rusak berat,dan 23 rusak ringan,”ujarnya. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjarnegara akan memberikan santunan kepada para warga yang rumahnya mengalami rusak berat Rp500.000 dan rusak ringan Rp100.000.
“Bagi yang rumahnya roboh masing-masing dapat Rp1,5 juta,”ujarnya.
Newer news items:
Older news items:
|