Kul iner

anda ingin tahu, Makanan dan minuman khas banjarnegara, disini tempatnya

Cul ture

Kesenian dan kebudaan banjarnegara kami hadirkan di website kami

 

Tra veling

Traveling Banjarnegara

Industri
Industri Kecil Digulung Gelombang Produk Cina
Written by Lutfi Achmad S    Sunday, 10 January 2010 10:17    PDF Print E-mail

TEMPO Interaktif, Purwokerto - Sejumlah industri kecil di Banyumas dan Banjarnegara mengeluhkan mulai membanjirnya produk Cina di pasaran. Mereka mengakui produk Cina lebih unggul dibandingkan produk mereka. "Dulu kami biasa menjual 100 pisau dan golok setiap hari, sekarang paling hanya 20 buah,” kata Hadi Mohammad, 64 tahun, perajin alat-alat dapur di sentra kerajinan alat dapur dan pertanian Desa Pasir Wetan Kecamatan Karanglewas Banyumas, Rabu (6/1).

Last Updated ( Sunday, 10 January 2010 10:19 )
 
Industri Keramik Klampok Khawatirkan Masuknya Produk China
Written by Lutfi Achmad S    Sunday, 10 January 2010 10:15    PDF Print E-mail

Banjarnegara (ANTARA News) - Industri keramik di Kecamatan Purwareja Klampok, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah mengkhawatirkan masuknya produk China seiring pemberlakuan "free trade agreement (FTA)" antara ASEAN dan China.

"Kekhawatiran terhadap masuknya produk luar negeri yang sering dianggap bagus dan berkualitas tetap ada," kata pengelola kelompok industri keramik "Mustika" Purwareja Klampok, Tri Mulyantoro di Banjarnegara, Jumat.

Last Updated ( Sunday, 10 January 2010 10:16 )
 
Emping Mlinjo Khas banjarnegara.
Written by Lutfi Achmad S    Monday, 28 December 2009 02:39    PDF Print E-mail

Emping mlinjo adalah sejenis makanan ringan yang terbuat dari buah mlinjo rasanya yang enak dan gurih sangat di gemari masyarakat banjarnegara, Umi Khaebaroh (41) warga desa salamerta yang sudah hampir 10 tahun menekuni pembuatan emping mlinjo ini yang merupakan

mata pencaharian sampingan, setelah beliau mengajar di salah satu RA di desanya, Ibu dengan 2 anak ini merupakan salah satu penekun dari beberapa penekun pembuatan emping mlinjo ini.pagi dan sore terlihat asap yang mengepul dari dapur dan terdengar pula  hantaman palu yang beradu dengan  lempengan besi baja terdengar di rumah sederhana yang perempatan jalan bogem.kegiatan yang melelahkan dilakukanya berulang kali dengan semangat yang tinggi berharap ada orang yang mau membeli krupuk emping melinjo yang dia buat.

 

sebenarnya banyak sekali pembuat emping di desa salamerta karena prospek usaha ini cukup menjanjikan, namun lantaran minimnya modal dan sederhananya sistem pemasaranya, sehingga membuat usaha ini belum optimal"tutur lutfi achmad seorang mahasiswa dari desa tersebut.

Saat normal atau musim panen melinjo harga di pasaran bisa mencapai Rp 4.000 per kilogram, namun ketika bukan musim panen , harganya bisa melambung Rp 9.000 per kilogram.

kebanyakan dari pengusaha melinjo merasa enggan untuk membeli banyak di saat musim panen tiba, dikarenakan ancaman jamur, bubuk dan hewan kecil pemakan buah mlinjo ketika musim peralihan yaitu antara musim hujan dan kemarau.

Disinggung tentang jumlah produksi pengrajin emping di desa salamerta, menurutnya sekitar 1 kilogram per hari dari 1 pengrajin .Harga satu kilogram emping melinjo Rp 20.000, ”Selama ini pemasaran terbatas di pasar-pasar tradisonal dan kerabat-kerabat dekat yang memiliki acara hajatan” keluhnya

 

bila anda ingin mencicipo emping melinjo khas banjarnegara, segera datang ke desa salamerta, kecamatan mandiraja

Last Updated ( Monday, 28 December 2009 05:42 )
 
Isi pupuk urea bersubsidi menyusut
Written by Lutfi Achmad S    Tuesday, 08 December 2009 08:46    PDF Print E-mail

BANJARNEGARA - Komisi Pengawasan Pupuk (KPP) Kabupaten Banjarnegara menemukan adanya penjualan pupuk urea bersubsidi tidak sesuai ketentuan. Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan ditemukan, volume atau isi pupuk yang dijual dalam kemasan kantong 50 kilogram (kg) berkurang 1 kg hingga 2 kg pada setiap kantongnya.

"Memang benar adanya temuan itu saat kami cek lapangan. Saat kami (tim-red) menimbang pada kemasan 50 kg, isinya ada yang 49 kg dan 48 kg," kata Gatot Yahya Setiadi, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Banjarnegara yang menjadi tim pengawasan pupuk kepada Wawasan, Senin (7/12).

Dari keterangan pengecer dan distributor, berkurangnya isi karena terjadi penyusutan dalam penyimpanan. Biasanya, pada pupuk yang sudah lama disimpan akan mencair, sehingga isinya berkurang.Read More

Last Updated ( Tuesday, 08 December 2009 08:49 )
 


Banner