Kul iner

anda ingin tahu, Makanan dan minuman khas banjarnegara, disini tempatnya

Cul ture

Kesenian dan kebudaan banjarnegara kami hadirkan di website kami

 

Tra veling

Traveling Banjarnegara

Busines Wisdom
Menikmati Puisi.
Written by Lutfi Achmad S    Thursday, 19 August 2010 13:31    PDF Print E-mail
Sering, puisi dapat menenangkan jiwa, dan memberi semangat,dalam kesibukan, kita kadang harus mencoba berdamai dengan diri kita sendiri,menikmati kata yang diteteskan dari jiwa.Selamat menikmati 2 puisi ini.Salam. ****** HATIKU SELEMBAR DAUN hatiku selembar daun melayang jatuh di rumput;nanti dulu, biarkan aku sejenak terbaring di sini;ada yang masih ingin kupandang, yang selama ini senantiasa luput;sesaat adalah abadi sebelum kausapu tamanmu setiap pagi. Sapardi Djoko Darmono. ****** Do not go gentle into that good night. Do not go gentle into that good night,Old age should burn and rave at close of day;Rage, rage against the dying of the light. Though wise men at their end know dark is right,Because their words had forked no lightning theyDo not go gentle into that good night. Good men,the last wave by, crying how brightTheir frail deeds might have danced in a green bay,Rage, rage against the dying of the light. Wild men who caught and sang the sun in flight,And learn, too late, they grieved it on its way,Do not go gentle into that good night. Grave men, near death, who see with blinding sightBlind eyes could blaze like meteors and be gay,Rage, rage against the dying of the light. And you, my father, there on that sad height,Curse, bless, me now with your fierce tears, I
 
Bisnis tidak pernah mudah...
Written by Lutfi Achmad S    Wednesday, 18 August 2010 11:55    PDF Print E-mail
Seringkali orang bertanya pada saya, Pak San apa kunci kita dalam berbisnis. Yang umum-umum saja. Nah ini saya mencoba meringkas dalam 9 Poin. Pertama:Buatlah perusahaan Anda simple dan gampang dalam bertransaksi.Seperti halnya McDonald, orang hanya datang, ngantri sebentar kemudian membayar dan selesai sudah transaksinya. Janganlah membuat perusahaan Anda susah untuk dibeli. "Ribet amat, padahal pembeli itu mengeluarkan uang untuk produk dan layanan kita"Seperti halnya orang mencari Anda susah,menemukan harga produk Anda juga sama susahnya. Maka itu hanya akan membuat perusahaan Anda tidak pernah bisa berkembang. Kedua,berikan nilai-nilai lebih pada pelanggan Anda. More added value to your customer. Kalau konsumen Anda hanya menginginkan barang, maka kirimkanlah barang itu dengan bungkus yang menarik. Kalau dia menginginkan tiket yang sederhana,maka kirimkan tiket itu dengan pelayanan yang menarik, cepat dan tanpa tambahan biaya plus plus.. Halini akan menambah nilai dari barang tersebut. Ketiga,pelajari proses bisnis Anda. Bagaimana menghadapi customer Anda. Mulai dari mana customer tahu tentang produk dan perusahaan Anda, hingga membayarsemua barang yang telah ter-delivery. Dan yang penting untuk mendapatkan attention awaladalah mengetahui dimana customer anda sering beraktifitas, apa aktifitas nya;ntah itu sekedar arisan, nongkrong bersama keluarga, teman, hobby olahraga dimana, atribut apa yang mereka sukai, media social apa yang mereka pakai ,mungkin aktif di facebook
 
M3: TED became the NEW HA...
Written by Lutfi Achmad S    Monday, 16 August 2010 00:05    PDF Print E-mail
Apa kesamaan dari: Richard Branson, Malcolm Gladwell, Bill Clinton, Bill Gates, Antony Robbins, Elizabeth Gilbert, Ken Robinson, Julia Sweeney, Barry Schwarts, Chris Anderson? Mereka sama2 menjadi pembicara di TED, semua tidak di bayar untuk bicara, dan semuanya dapat anda lihat gratis di youtube.com atau ted.com. Mulai dua tahun yang lalu, video klip terbanyak yang saya lihat di internet, lebih dari 50%, adalah clip video dari TED. Ted merevolusi dunia dengan memberikan pembicara terbaik dunia pada konferensinya, merekamnya, dan berbagi secara gratis kepada dunia. Cobalah masuk pada youtube.com dan cari di dalamnya dengan ted.com, dan akan anda dapatkan ratusan clips sepanjang 20 menitan yang kwalitasnya super luar biasa. TED adalah pertemuan beberapa hari di California selama beberapa hari dari para orang hebat, mulai selebrity, pemusik, olahragawan, politikus, dan segala model pemikir dunia yang berbagi secara gratis (mereka tidak dibayar), dalam pertemuan yang paling eksklusif (kita harus bayar 6000 usd untuk ikut, dan telah penuh 2 tahun kedepan), yang akan disiarkan gratis kepada dunia di ted.com. Kesulitan terbesar untuk pendengar adalah koneksi internet yang lambat dan bahasa Inggris. Ted telah memulai project translation, dan nantinya saya yakin ada dalam bahasa Indonesianya. Dan mulai juga memberikan “Franchise” keseluruh dunia (saya kira sudah ada Ted Indonesia) untuk
 
Percaya.
Written by Lutfi Achmad S    Thursday, 12 August 2010 16:12    PDF Print E-mail
Dari cerita klasik China tentang seorang ibu yang dikabari bahwa anaknya adalah pembunuh. Disebuah dusun dijaman lalu, sebelum ada mobil, telpon, ataupun facebook. Seorang anak lelaki berangkat ke luar kota bekerja, meninggalkan ibunya sendiri dirumah. Besoknya ada sorang tetangga bilang kepada si ibu bahwa anaknya membunuh orang dikota lain. Tentu saja sang ibu tidak percaya sama sekali. Sorenya lagi ada seorang lain memberitahun anaknya membunuh orang karena pekerjaan dikota lain itu. Sang ibu terdiam dan masih tidah percaya. Malam itu tidurnya menjadi tidak enak. Esoknya lagi, pagi2 sudah ada seorang tetangga bilang anaknya membunuh orang. Dan sang ibupun mulai ragu2 akan hal ini. Ketika orang keempat mengatakan hal yang sama, sang ibu yakin benar anaknya telah membunuh orang, dan dia sedih sekali.Besoknya lagi, anaknya pulang kerumah, dan sang ibu dengan bingung menanyakan hal itu. Anaknya tertawa dan menjawab bahwa mana mungkin dia mau membuhuh orang, kenapa ibunya tidak percaya padanya. Memang ada pembuhuhan, tapi dia tidak terlibat, pembunuh itu kebetulan punya nama yang mirip dengan dia.Seorang yang sangat yakinpun, pelahan lahan akan mulai meragukan keyakinannya bilamana semua orang meyakini hal lain. Kekuatan pengulangan dalam marketing juga menjadi senjata merubah orang yang ragu menjadi percaya. Butuh waktu dan pengulangan untuk merubah
 
Percaya (Re-Post)
Written by Lutfi Achmad S    Thursday, 12 August 2010 16:12    PDF Print E-mail
Dari cerita klasik China tentang seorang ibu yang dikabari bahwa anaknya adalah pembunuh. Disebuah dusun dijaman lalu, sebelum ada mobil, telpon, ataupun facebook. Seorang anak lelaki berangkat ke luar kota bekerja, meninggalkan ibunya sendiri dirumah. Besoknya ada sorang tetangga bilang kepada si ibu bahwa anaknya membunuh orang dikota lain. Tentu saja sang ibu tidak percaya sama sekali. Sorenya lagi ada seorang lain memberitahun anaknya membunuh orang karena pekerjaan dikota lain itu. Sang ibu terdiam dan masih tidak percaya. Malam itu tidurnya menjadi tidak enak. Esoknya lagi, pagi2 sudah ada seorang tetangga bilang anaknya membunuh orang. Dan sang ibupun mulai ragu2
 
  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  6 
  •  7 
  •  8 
  •  9 
  •  10 
  •  Next 
  •  End 
  • »


Page 1 of 23
Banner